Apirasi dari Pkpm Nuku

Pada tiap tahun tidore mengirimnkan calon mahasiswa baru ke yogyakarta semakin meningkat sekitaran 40-50 mahasiswa baru. Arsip PKPM NUKU YK mencatat jumlah mahasiswa di yogyakarta kurang lebih 400 jiwa dihitung dari tahun 2010-214. Dengan jumlah mahasiswa yang begitu banyak pantas jika kita mengklaim bahwa potensi SDM kota tidore dalam bidang pendidikan meningkat. Perlu di catat bahwa keberadaan mahasiswa di yogyakarta tidak ada satu pun tanggungan pemerintah dalam hal ini beasiswa. Kesadaran orang tua akan pendidikan dan mempertimbangkan yogyakarta sebagai kota pelajar, ini adalah motivasi besar orang tidore untuk menuntut ilmu di kota budaya Yogyakarta. Penelitian yang di lakukan pkpm nuku di atas tanggung jawab ansor mahifa dan aljufri m saleh pada pemerintah kota tidore (dinsa pendidikan dan kebudayan) tahun 2014 yang lalu terkait dengan mahasiswa yang kuliah luar tidore seperti Jakarta Jogja Makasar Manado Malang dll. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemerintah kota tidore tidak ada kepedulian sama sekali terhadap mahasiswa yang kuliahnya di luar. Fakta menunjukan bahwa hampir tidak ada catatan atau arsip oleh dinas pendidikan terhadap mahasiswa di luar kota tidore. Pertanyaanya. Bagaimana kalau ada mahasiswa yang meninggal atau hilang di kampung orang? Apakah pemerintah kota tidore bertanggungjawab? Sayangnya tidak, karena pada akhir tahun 2014 ada mahasiswa yogyakarta mengalami hal di atas tapi pemerintah tidak bertanggung jawab. Fakta yang kedua. Pemerintah kota tidore tidak seimbang atau pilih kasih dalam pengadaan asrama mahasiswa. Buktinya hingga saat ini di yogyakarta tidak ada asrama mahasiswa. Padahalnya mahasiswa di yogyakarta sangat mumbutuhkan asrama sebagai wadah berkumpul bertukar pikiran dan memupuk kebersamaan dengan tujuan membangun tidore ke depan. Fakta yang ketiga, seharusnya pemerintah memfasilitasi anggaran/beasiswa untuk mahasiswa, kalaupun ada beasiswa itu pun tidak merata dan tidak ada transparansi anggaran ketika tim penelitian meminta data terkait. Dua periode pemerintahan yang dipimpin oleh Ahmad mahifa tidak menunjukan hasil yang baik dalam bidang pendidikan. Padahalnya visi dan misi mahifa adalah menjadikan tidore sebagai kota pendidikan. Tapi kenapa orang tidore banyak yang menuntut ilmu di kota lain. Ini membuktikan bahwa mahifa gagal dalam segi pendidikan. Jika ingin pendidikan maju maka perbaiki infrastruktur dan suprastruktur dlm bidang pendidikan sehingga orang tidak lagi kuliah di luar. Sembari memberikan fasilitas yang memadai untuk mahasiswa yang ada di luar. Agar tidore bisa maju dengan sember daya manusianya. kami harap Om-om dan bibi-bibi yang ada di Lembaga DPRD Kota Tidore, bisa mengingatkan kepada pemerintahan yang baru, agar hal-hal semacam ini harus lebih di perhatikan, karena pendidikan kami anggap merupakan satu hal yang sangat penting, kemi mesiki sudah di daerah orang lain, tapi kami juga anak-anak dari Tidore.

Pesan Warga

  • PKPM NUKU
  • nakir

Twitter DPRD Tidore

Polling

Informasi apa yang paling anda butuhkan dari website ini..??

Berita DPRD
Agenda DPRD
Profil Dprd
Profil Anggota DPRD
Perda / Perancangan Perda

Statistik Web

034406
Pengunjung hari ini : 6
Total pengunjung : 10056
Hits hari ini : 28
Pengunjung Online : 1

Kontak DPRD Tidore

Telepon:(0921) 3161789
Email: humas[at]dprd-tidorekota.go.id
Website: http://dprd-tidorekota.go.id

Jalan Raya Tongowai No.56 Kel. Tongowai Kota Tidore Kepulauan Kode Pos 97851